Musrenbang Sumut 2026 Sukses, Bapperida Tekankan Perencanaan Berbasis Data dan Dampak Nyata
MEDIAMITRAPOL.COM, MEDAN \||/ SUMATERA UTARA — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 April 2026.
Kepala Bapperida Sumut, sekaligus Ketua Panitia Musrenbang Dicky Anugerah, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan bersifat formalitas, melainkan forum strategis yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda tahunan formalitas, melainkan ruang strategis yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujar Dicky dalam sambutannya pada pembukaan Musrenbang, di Hotel Santika, Medan, Rabu (22/4/2026).
Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan ke depan harus disusun secara lebih terukur, terarah, dan berorientasi pada hasil yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip utama yang menjadi landasan dalam penyusunan RKPD 2027. Pertama, perencanaan berbasis data dan efisiensi, di mana seluruh usulan program disusun berdasarkan kebutuhan riil, data sektoral, serta indikator kinerja yang jelas.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang kegiatan, tetapi tentang perubahan yang ingin dicapai,” tegasnya.
Prinsip kedua adalah sinkronisasi dan integrasi perencanaan, mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota hingga provinsi yang diselaraskan dengan kebijakan pemerintah nasional. Hal ini penting agar setiap penggunaan anggaran dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan daerah.
Selanjutnya, Dicky menyebut adanya pergeseran paradigma dalam perencanaan pembangunan, dari sekadar banyaknya kegiatan yang dilaksanakan menjadi seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, pendekatan partisipatif dan inklusif juga menjadi perhatian utama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok rentan, agar pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky juga memaparkan tema pembangunan Sumatera Utara tahun 2027, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan industrialisasi berbasis potensi daerah.
Ia menjelaskan bahwa Musrenbang kali ini merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan yang telah dilakukan secara berjenjang dan partisipatif.
Beberapa tahapan yang telah dilalui antara lain penyusunan rancangan awal RKPD pada 22 Desember 2025, konsultasi publik pada 29 Januari 2026, serta pelaksanaan Musrenbang di 33 kabupaten/kota hingga 20 April 2026.
Selain itu, forum perangkat daerah telah dilaksanakan pada 2–31 Januari 2026, serta forum lintas perangkat daerah pada 16–20 April 2026 untuk mengintegrasikan program lintas sektor.
Dicky juga mengungkapkan adanya transformasi pendekatan dalam perencanaan pembangunan tahun ini. Jika sebelumnya berbasis wilayah seperti pantai timur, pantai barat, dataran tinggi, dan Kepulauan Nias, kini pendekatan dilakukan berdasarkan potensi daerah.
“Pendekatan berbasis potensi daerah akan menghasilkan perencanaan yang lebih tematik dan langsung menjawab persoalan utama di masing-masing kawasan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui sejumlah forum berbasis kawasan, di antaranya kawasan komoditas unggulan di Kabupaten Tapanuli Selatan (1–2 April 2026), kawasan pertumbuhan di Kota Pematangsiantar (7–8 April 2026), kawasan ketahanan pangan di Kabupaten Batubara (9–10 April 2026), serta kawasan afirmasi di Kota Gunungsitoli (13–14 April 2026).
Ia menegaskan, Musrenbang provinsi yang digelar saat ini merupakan forum konsultasi final untuk menetapkan prioritas pembangunan Sumatera Utara tahun 2027 bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Strategi keberhasilan pembangunan harus berorientasi pada lompatan hasil, bukan sekadar keberlanjutan program,” katanya.
Dicky juga menekankan pentingnya fokus pada program strategis yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus meninggalkan kegiatan yang dinilai tidak efektif.
“Kami berkomitmen menghadirkan perencanaan berkualitas berbasis data dan kinerja, dengan memfokuskan sumber daya pada program strategis yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.
Musrenbang ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan prioritas pembangunan yang tepat sasaran serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan Sumatera Utara ke depan.(Red/Ws)

