News MediaMitraPol

Sukses!! Pelantikan Komnas PPLH Sumut 2022-2027, Ketua Terpilih Gunawan: Kita Jaga, Lingkungan Hidup Milik Bersama


MEDIAMITRAPOL.com, SUMATERA UTARA - Pelantikan Komisi Nasional ( Komnas ) Pengendalian dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup ( PPLH ) Sumatera Utara 2022-2027 berlangsung dengan lancar dan sukses, bertempat di Grand ballroom Hotel Horizon Medan, Jumat (1/7/2022).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumut diwakili oleh Kadis Lingkungan Hidup, Kadis koperasi dan UKM, Ketua Umum Komnas PPLH Ody Junaidi, Sekretaris jenderal Aji Tarmuji, SH, komisi D DPRD Medan Renville Napitupulu

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Alim mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Pelantikan ini masih jauh dari sempurna, sekira 60 hari yang lalu diberikan mandat untuk membentuk struktur kepengurusan organisasi wilayah Sumatera Utara.
"Saya masih baru, saya sampaikan apresiasi kepada Jefri selaku sekretaris panitia, Edi, Agus, delima Pangaribuan SIP, yang bekerjasama dengan bersusah-payah untuk mempersiapkan jalannya pelantikan sampai menyediakan makan malam," ucapnya.

Jalannya acara puncak dimulai dengan Sekretaris jenderal Komnas PPLH A.Tarmuji membacakan SK dan ketetapan Pelantikan susunan pengurus wilayah Sumatera Utara periode tahun 2022-2027, dengan sebagai berikut: Ketua Gunawan, sekretaris Jefri, bendahara agustianus, ketua bidang pengembangan SDM dan susunan Bidang selanjutnya serta satuan tugas (satgas)

Selanjutnya, Ketua Umum, Ody Junaidi dalam amanatnya menyampaikan Terima kasih atas terselenggaranya pelantikan hari ini. " Komnas PPLH lahir sebagai organisasi mitra pemerintah kementerian Lingkungan Hidup, berusaha Menyelamatkan alam Indonesia dari kerusakan dan pencemaran industri, pertambangan, perkebunan, pelabuhan, Rumah sakit dan lain-lain yang menghasilkan sampah menambah kerusakan tersebut, kedepannya Komnas PPLH akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah penimbunan dengan Bank sampah (Dropbox), TPS 3R, Briket Sampah, Sampah basah diolah untuk pupuk, Mabot Pakan dan sebagainya," terangnya.

Ditambahkan Odi, bahwa Komnas PPLH berupaya memastikan bagaimana batasan Industri Bakumutu yakni memberikan informasi sistem pencegahan:
- pengendalian pencemaran limbah industri seperti pembuangan langsung ke Sungai tengah malam (jam 2-3)
- pencemaran polusi udara akibat asap pabrik industri.
- pengendalian pencemaran limbah berbahaya (B3) industri.

Mirisnya lagi Kegiatan Pertambangan pasca tidak ada reklamasi perbaikan, Indonesia penghasil sampah terbesar kedua didunia setelah cina, sampah masyarakat 2-3 kg/kk perhari. Sumatera Utara memiliki Danau Toba merupakan peringkat 15 danau terdalam di dunia harus dijaga kelestariannya menjadi tujuan wisata yang menakjubkan. Kita tahu Adanya kerambah Apung yang menyumbang 6 x lipat pakan ikan, eceng gondok, bahkan sampah turut terbawa ke danau.

" Harusnya Tidak ada penggundulan hutan sekitar danau Toba, hutan lindung dimanfaatkan tanpa merusaknya. Menjaga kelestarian, manfaatkan area diluar hutan menanam hutan industri," tegasnya.


Ketua Komisi Nasional (Komnas) PPLH Sumut terpilih, Gunawan dalam sambutannya mengatakan, "PPLH bukan organisasi mencari keuntungan, pihaknya akan bekerjasama dengan instansi pemerintah, dunia usaha swasta dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Lingkungan hidup milik kita bersama, 'respon obsibility'," sambutnya singkat.

Mewakili Gubernur Sumut, Kadis Lingkungan Hidup (LH) melalui staf perwakilannya yang hadir menyampaikan "Yang Kami Hormati Komnas PPLH ketua umum Pusat, Sekretaris Jenderal dan ketua Sumut terpilih. Kami meminta maaf Kadis kami tidak bisa hadir karena berada di Riau, pihaknya akan terus Melibatkan para mitra kerja seperti PPLH ini," ucapnya.

"Tujuan pembangunan, yang menjaga lingkungan hidup ke generasi berikutnya pengelolaan alam. Pengolahan persampahan, perubahan iklim, ancaman punahnya habitat pengurangan efek emisi gas Rumah Kaca, Kita jalin kerjasama berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup, seperti Pantun berikut 'Jalan-jalan ke gunung salak, jangan lupa membeli kemiri, Kalau lingkungan kita rusak, kita yang rugi sendiri'," tandasnya.

DPRD Medan melalui Ketua komisi D (Infrastruktur/Kebersihan) Renville Napitupulu mengatakan, banyak Ormas-ormas menjamur, justru lembaga mulia seperti PPLH ini jarang terbentuk. Kita harus kembangkan, PPLH harus berada di garda terdepan terutama dalam memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Mengatasi Masalah Sampah, Kota Medan menghasilkan Sampah 2000-2500 ton/hari yang tanpa sadar, gas CO2 dari sampah telah mengurangi kadar Oksigen. TPA Sampah Medan sudah tidak mampu menampung Sampah, maka Pemko Medan 'serius' dengan mencari 'Tandem' dari sisi lain mendampingi proses pengolahan persampahan agar sampah tidak sampai ke TPA, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan 'uang'," ungkapnya.

"Hutan Mangrove Indonesia nomor satu di dunia, salahsatunya di wilayah Medan Utara. berkurangnya air bersih serta naiknya permukaan air laut saat ini, PPLH dapat memberikan saran. Dalam hal pemanasan global, Pemko Medan menyediakan sarana 'Trans Metro Deli' guna dapat mengurangi Emisi gas Rumah Kaca/Polusi udara yang lebih besar. Pantauan DPRD Medan, Banyak industri ingin biaya murah dalam hal pengolahan limbahnya, berdampak kerusakan lingkungan kedepannya untuk anak cucu kita," Pungkasnya geram.


Sementara dari tokoh pemeluk agama DPP FKIB (Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu), Islam :Ustadz Martono, Katolik :Pdt Beatus Munthe, Hindu :Pandita I Wayan Sura, Budha : Romo Pandita Kok Hong dan bhikkhunya : Bhante Candasilo turut mendoakan Semoga Komnas PPLH semakin meningkat dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup yang saat ini sudah rusak dapat baik kembali keadaannya.


Diakhir acara, dari Gubsu menyerahkan 1000 bibit Tanaman Karet dan DPRD Medan, Renville Napitupulu menyerahkan 1000 bibit bodhi tanaman 'obat tradisional' kepada ketua umum dan ketua Sumut terpilih. (Red/WeS)

MediaMitraPol.com Designed by AzraMedia - MedanTemplateism.com Copyright © 2017

Theme images by Bim. Powered by Blogger.