News MediaMitraPol

Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Beri Pembekalan Pada Ratusan Kader Komunitas Anak Republik Sumut

Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Beri Pembekalan Pada Ratusan Kader Komunitas Anak Republik Sumut
MEDIAMITRAPOL.COM   I   SUMATERA UTARA
Menteri Pertahanan ( Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu ketika memberikan pembekalan kepada ratusan kader Komunitas Anak Republik Sumut


"jika ada yang tidak suka dengan Pancasila sebagai Idiologi Bangsa silahkan keluar dari negara Republik Indonesia ini". Hal tersebut disampaikan di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan, Minggu ( 17/3/2019).


Dalam pembekalan yang dikemas dalam orasi kebangsaan bertemakan Menuju Kedaulatan di Tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa, Menhan RI juga menegaskan dalam menangkal berbagai bentuk ancaman, sudah sepatutnyalah pertahanan negara kita haruslah lebih kuat lagi.

” Sebagai Menhan, tugas saya adalah membuat pertahanan negeri ini harus lebih tangguh lagi. Sehingga NKRI tidak akan mudah hancur diserang berbagai ancaman yang datang baik itu dari luar maupun dalam,” Terang Ryamizard Ryacudu.

Dalam orasi kebangsaan yang turut dihadiri Ketua Panitia pelaksana, Imam Syuhada Akbar, Ketua Korwil Anak Republik Sumatera Utara, Ismail Ginting. Dewan Pembina komunitas Anak Republik Sumatera Utara, H Arif Rahma, Ketua Umum komunitas Anak Republik, Yahya Abdul Habib SE serta Sekretaris Umum Komunitas Anak Republik, Benny Wijaya.

"Ada beberapa ancaman yang dihadapi negara seperti ancaman negara dalam  belum nyata. Soal ancaman ini kemungkinan saja tidak akan terjadi. Kemudian adanya ancaman nyata seperti adanya aksi teroris maupun pemberontakan. Sedangkan ancaman yang harus lebih kita waspadai lagi yakni mengenai ancaman mindset. Ancaman mindset ini dilakukan dengan cara "cuci otak". Jika hal ini berhasil mereka lakukan selanjutnya bisa saja mereka ingin berusaha mengganti ideologi negara kita dengan ideologi yang mereka pahami sendiri,” terangnya.

Menhan RI ini juga menjelaskan ancaman terhadap Pancasila yakni masalah Partai Komunis Indonesia ( PKI). Dalam hal ini, beliau mengaku tidak membenci faham yang bertempat di Rusia dan China ini.

Namun yang dibenci oleh bangsa kita yakni tindakan pemberontakannya, tidak tanggung-tanggung sudah 3 kali PKI memberontak untuk menghancurkan Negara kesatuan kita.

“Sudah 3 kali PKI memberontak untuk menghancurkan negara ini yakni di tahun 1926, 1948 dan di tahun 1965. Makanya harus dicegah dan seandainya terjadi maka PKI akan kalah karena berhadapan dengan 260 juta rakyat,” tegasnya.

Menhan RI  menambahkan ancaman keduanya yakni soal khilafah. Munculnya benih-benih kedua faham ini haruslah kita waspadai.

Ketua Umum Komunitas Anak Republik, Yahya Abdul Habib SE dalam kata sambutannya mengaku kegiatan ini bertujuan hanyalah untuk memantapkan langkah kaki para kader Anak Republik dalam mengawal Pemilu 2019, serta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum bagi anak muda untuk sukseskan Pemilu 2018.

” Korwil Anak Negeri yang baru 6 bulan melakukan koordinasi, kini telah terbentuk di 16 provinsi. Kami akan bergerak dan mengedukasikan masyarakat untuk mau menggunakan hak konstitusinya pada Pemilu 2019,” akunya sambil menambahkan Komunitas Anak Republik nantinya akan membentuk koperasi yang akan diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat yang merupakan program unggulan komunitas ini.

Sedangkan Panpel, Imam Syuhada Akbar ketika ditanya wartawan mengaku orasi kebangsaan ini dibuat mengingat 17 April 2019 sudah tinggal 30 hari lagi, dimana suasana semakin panas dengan munculnya politik SARA maunpun berita- berita hoax. (Red)

MediaMitraPol.com Designed by AzraMedia - MedanTemplateism.com Copyright © 2017

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.