News MediaMitraPol

PILGUB SUMATERA UTARA : MAMPUKAH SEMUT MELAWAN GAJAH ?

PILGUB SUMATERA UTARA : MAMPUKAH SEMUT MELAWAN Gajah ?

Opini Memasuki tahun politik di 2018, ada hal unik yang terjadi di Sumatera Utara.


MEDIAMITRAPOL.COM   I   SUMATERA UTARA

Pasalnya, di salah satu provinsi terbesar yang ada di Indonesia ini, akan terjadi pertandingan 'head to head' antar pasangan calon yang mendaftar dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) kali ini.

Khabarnya pertandingan ini disebut sebagai duel koalisi gajah vs koalisi semut.

Sebelum berbicara secara politis dan lebih rinci mengenai istilah yang ada dalam Pilgubsu tersebut, ada baiknya kita mengetahui kisah mengenai kedua hewan yang menjadi ikon kontestasi politik di Sumatera Utara tersebut.

Sewaktu kecil, kita sering mendengar dongeng mengenai gajah vs semut. Kisah tersebut bercerita mengenai hewan sebesar gajah yang sangat takut kepada hewan yang ukurannya satu milyar kali lebih kecil dari dirinya, si semut.
Hal ini ternyata dilandaskan berdasarkan fakta ilmiah.

Pada umumnya, gajah mencari makan di pohon di mana semut bersarang.

Dengan menggunakan belalainya,
sang gajah menarik daun-daun kemudian melahapnya.
Pada saat yang bersamaan si semut akan masuk ke dalam belalainya yang sangat sensitif itu dan merupakan titik lemahnya sang gajah.
Masuknya si semut ke dalam belalai sang gajah, bahkan bisa menyebabkan kepada kematiannya.

Ternyata, selain mampu mengalahkan gajah bahkan tanpa disengaja, semut juga memiliki sejumlah keunikan yang mencengangkan di balik tubuhnya yang kecil tersebut.

Seperti yang diketahui semut hidup berkoloni seperti halnya gajah,
namun bila sang gajah bekerja sendiri-sendiri dalam mencari makanannya, si semut selalu bergotong royong untuk menghidupi seluruh koloninya.

Meski kecil, semut mampu mengangkat beban yang beratnya dua puluh kali lipat dari berat tubuhnya.
Selain itu, semut juga merupakan binatang yang memiliki otak yang lebih besar dibanding serangga lainnya, artinya semut memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibanding serangga lainnya.

Kembali lagi dalam konteks politik di Sumatera Utara, ada dua calon yang diusung dalam Pilgubsu 2018 ini.

Pasangan nomor urut satu yakni Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksyah yang diusung Partai Golkar yang punya 17 kursi, Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), NasDem (5 kursi), dan Partai Hanura (10 kursi), dengan total 60 kursi.

Sementara Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus hanya diusung Partai PDIP (16 kursi) dan PPP (4 kursi) dengan total 20 kursi.

Perbedaan yang timpang antar partai pendukung inilah yang kemudian melahirkan istilah koalisi gajah untuk Edy-Ijeck dan koalisi semut Merah-Hijau untuk Djarot-Sihar.
Masing-masing paslon yakin mereka dapat memenangkan Pilgubsu kali ini.

Banyak yang menduga pertandingan ini akan dimenangkan oleh koalisi gajah yang notabene memiliki kursi yang lebih banyak dan dukungan yang juga banyak dari partai politik.
Namun balik kepada filosofi gajah vs semut tadi, meski sang gajah besar, hewan sekecil semut pun mampu mematikan gajah yang bermilyar kali lebih besar darinya.

Untuk itu, Djarot-Sihar yakin meskipun mereka didukung sedikit partai, namun mereka berkoalisi dengan rakyat.

Bukankah memang sejatinya pemimpin berkoalisi dengan rakyat?

Karena tujuan akhir seorang pemimpin adalah mensejahterakan rakyatnya bukan partainya... (Red - Fiona M)

MediaMitraPol.com Designed by AzraMedia - MedanTemplateism.com Copyright © 2017

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.